Jaga Kesehatan Jantung Anda dengan Sering Berlibur
Oleh: Tom Lazuardi |
Pospapua.com, Syracuse – Berlibur bukan hanya untuk melepaskan diri dari kepenatan rutinitas, mencari suasana berbeda untuk membuat hidup tetap bersemangat tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan jantung.
Studi ilmiah terbaru oleh dua profesor dari Syracuse University dan tim peneliti di Amerika Serikat, mengungkapkan manfaat liburan untuk kesehatan jantung.
Bryce Hruska, Sarah D. Pressman, Kestutis Bendinskas, Brooks B. Gump menulis laporan ilmiah berjudul ‘Vacation frequency is associated with metabolic syndrome and symptoms’ yang dimuat di jurnal Psychology & Health.
Penelitian medis ini untuk menguji sejauh mana perilaku berlibur terkaitkan dengan hasil metabolisme tubuh. Secara khusus, peneliti mengkaji bagaimana total episode liburan dan total hari liburan dari 12 bulan terakhir berhubungan dengan sindrom metabolik dan gejala metabolik.
Mereka merancang penelitian dengan responden 63 pekerja. Para responden yang memenuhi syarat untuk liburan berbayar ini datang ke laboratorium untuk pengambilan darah sambil diwawancarai peneliti untuk menilai perilaku berlibur mereka dalam 12 bulan terakhir. Yang jadi ukuran hasil utama adalah sindrom metabolik dan gejala metabolik.
Hasilnya, secara keseluruhan liburan dialami sebagai peristiwa positif. Pengalaman subjektif positif ini dapat diterjemahkan menjadi manfaat kesehatan fisik. Data penelitian membuktikan, frekuensi liburan dapat melindungi responden dari sindrom dan gejala metabolik.
“Apa yang kami temukan adalah, orang yang lebih sering berlibur dalam 12 bulan terakhir memiliki risiko lebih rendah kena sindrom metabolik dan gejala metabolik,” kata Hruska, asisten profesor kesehatan masyarakat di Falk College of Sport and Human Dynamics di Syracuse University.
“Sindrom metabolik adalah kumpulan faktor risiko bagi terjadinya penyakit kardiovaskular yakni jantung dan sistem peredaran darah. Jika Anda memiliki lebih banyak sindrom metabolik, maka Anda berisiko lebih tinggi terkena gangguan kardiovaskular. Hasil penelitian ini penting. Kami benar-benar melihat pengurangan risiko penyakit kardiovaskular bagi orang yang semakin sering berlibur. Karena gejala metabolik dapat dimodifikasi, berarti mereka dapat berubah atau dihilangkan.”
Intinya, seseorang dapat mengurangi gejala metabolisme, dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, hanya dengan pergi berlibur.
Hruska mengakui, masih banyak yang perlu dipelajari tentang liburan bagaimana yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Tapi, pada titik ini, yang diyakini para peneliti adalah gunakan waktu liburan yang tersedia karena hal itu penting untuk kesehatan.
“Waktu liburan itu tersedia untuk hampir semua karyawan. Tapi, ada cukup banyak yang memanfaatkan waktu yang tersedia itu untuk mereka. Penelitian kami menunjukkan, jika orang memanfaatkan waktu liburan yang tersedia, itu berarti menjadi manfaat kesehatan nyata bagi mereka.” (Lin/nds)


